Pustakawan Mengajar : Berbagi Ilmu Pada Kegiatan Bedah Buku di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Yogyakarta


Sebenarnya kegiatan ini sudah cukup lama lhooo... Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2017 kemarin, tepatnya bulan September tanggal 14. Bertempat di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Yogyakarta, kegiatan Bedah Buku Lets Travel karya siswa-siswi SMPIT Abu Bakar Yogyakarta ini dilaksanakan. Mengundang dua narasumber yang berkompeten, yaitu Bapak Arsidi, SIP., MIP. dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, serta Bapak Teguh Prasetyo Utomo, A.Md. yang merupakan seorang pustakawan sekolah yang juga salah satu penggerak literasi di Yogyakarta. Selain itu, hadir pula Bapak Wahyu Hendratmoko, SE., MM., (Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Yogyakarta) memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut.

Kegiatan bedah buku ini sangat menarik. Kenapa demikian? Karena buku ini merupakan karya siswa-siswi SMPIT Abu Bakar Yogyakarta yang lahir dari kegiatan perpustakaan. Maksudnya? Naaaaah.... Merunut ke belakang,, sebelum kegiatan bedah buku ini ada, Perpustakaan Daarul Ilmi SMPIT Abu Bakar Yogyakarta mengadakan kegiatan Pelatihan Kepenulisan bagi siswa-siswi di sekolah tersebut. Dan hasil dari pelatihan tersebut kemudian dibukukan, dan lahirlah sebuah buku karya siswa-siswi SMPIT Abu Bakar Yogyakarta ini dengan judul "Let's Travel".  Buku inilah yang kemudian (oleh Dinas Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Yogyakarta) dibedah sebagai bentuk apresiasi dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Yogyakarta kepada siswa-siswi SMPIT Abu Bakar Yogyakarta yang telah melaksanakan bagian dari Gerakan Literasi di Sekolah (GLS), yaitu dengan menulis.

Kenapa demikian? Karena menulis merupakan sesuatu yang sangat penting bagi siswa. Dengan menulis siswa bisa berlatih mengkomunikasikan ide atau gagasan mereka kepada orang lain melalui bahasa verbal. Hal ini penting karena kita tahu bahwa anak-anak jaman sekarang (kids jaman now istilahnya ^_^ ) cenderung memiliki gagasan, ide dan daya imajinasi yang luar biasa. Sehingga ketika hal tersebut tidak diwadahi dengan baik, maka anak-anak ini akan menumpahkan ide, gagasan dan imajinasi mereka ke dalam kegiatan yang tidak baik, seperti mencorat-coret tembok (vandal) misalnya.

Sehingga penting kiranya untuk menumbuh-kembangkan budaya tulis-menulis ini di kalangan siswa/pelajar. Bagaimana caranya? Untuk menumbuhkan-kembangkan budaya menulis, siswa perlu dibiasakan dengan kegiatan tulis-menulis itu sendiri. Selain itu perlu diberikan penyadaran dan keteladanan bahwa kegiatan tulis-menulis merupakan kegiatan positif yang sangat besar manfaatnya, sangat menyenangkan dan bahkan bisa menghasilkan profit (keuntungan materi). Selain itu, sekolah bisa memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap siswa-siswinya yang telah mampu menghasilkan sebuah karya tulisan ini. Misal dengan pemberian hadiah, tambahan nilai pada mata pelajaran tertentu (misal pada mata pelajaran Bahasa Indonesia) atau salah satunya dengan membukukan karya mereka dan kemudian mempromosikan kepada khalayak luas, seperti dengan bedah buku ini. Semoga bermanfaat ^_^



Buku Karya Siswa Siswi SMPIT Abu Bakar Yogyakarta

Post a Comment

0 Comments